7 sekolah kedinasan yang mudah masuknya
7 Sekolah Kedinasan yang Paling Mungkin Kamu Masuki: Panduan Strategis
Memasuki sekolah kedinasan adalah impian banyak orang. Selain biaya pendidikan yang umumnya ditanggung negara, lulusan sekolah kedinasan juga memiliki prospek karir yang terjamin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, persaingan yang ketat seringkali membuat calon pendaftar merasa minder. Artikel ini akan membahas 7 sekolah kedinasan yang relatif lebih mudah dimasuki dibandingkan sekolah kedinasan favorit lainnya, memberikan kamu panduan strategis untuk meningkatkan peluang penerimaan.
1. Politeknik Statistika STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)
STIS seringkali dianggap lebih mudah dimasuki dibandingkan sekolah kedinasan lain yang berfokus pada militer atau kepolisian. Hal ini terutama karena STIS menekankan pada kemampuan numerik dan logika, yang dapat dipersiapkan dengan matang melalui latihan soal dan pemahaman konsep statistika.
-
Mengapa Lebih Mudah?
- Fokus pada Kemampuan Akademik: Seleksi STIS lebih menekankan pada kemampuan akademik, khususnya matematika, statistika, dan logika. Tes fisik dan psikologi tetap ada, namun bobotnya tidak sebesar tes akademik.
- Keterampilan yang Dapat Dipelajari: Kemampuan statistika dan logika dapat ditingkatkan secara signifikan melalui latihan intensif. Tersedia banyak sumber belajar, termasuk buku, kursus online, dan tryout.
- Kebutuhan Tenaga Ahli Statistik: Pemerintah terus membutuhkan tenaga ahli statistik untuk berbagai sektor, sehingga kuota penerimaan STIS relatif stabil.
-
Tips Persiapan:
- Kuasai Matematika Dasar dan Lanjutan: Fokus pada aljabar, kalkulus, dan statistika dasar.
- Latihan Soal Statistika Intensif: Gunakan buku-buku latihan soal STIS tahun-tahun sebelumnya dan sumber online lainnya.
- Pahami Logika dan Penalaran Analitis: Latih kemampuanmu dalam memecahkan soal-soal logika dan penalaran analitis.
- Jaga Kesehatan dan Stamina: Meskipun tes fisik tidak terlalu berat, tetap persiapkan diri dengan olahraga teratur.
2. Politeknik Keuangan Negara STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
STAN terkenal sebagai sekolah kedinasan yang menghasilkan ahli keuangan dan akuntansi negara. Meskipun persaingannya ketat, STAN memiliki beberapa jalur masuk yang berbeda, dan beberapa jalur mungkin lebih mudah dimasuki dibandingkan yang lain.
-
Mengapa Lebih Mudah?
- Banyak Jalur Masuk: STAN menawarkan beberapa jalur masuk, seperti jalur reguler, jalur afirmasi, dan jalur khusus. Jalur afirmasi, yang diperuntukkan bagi putra-putri daerah tertentu, biasanya memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah.
- Kurikulum yang Terstruktur: Kurikulum STAN dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja. Ini berarti materi ujian seleksi juga terstruktur dan dapat diprediksi.
- Fokus pada Kemampuan Verbal dan Numerik: Seleksi STAN menekankan pada kemampuan verbal, numerik, dan penalaran. Dengan persiapan yang tepat, kemampuan ini dapat ditingkatkan.
-
Tips Persiapan:
- Kuasai Materi TPA dan Bahasa Inggris: TPA (Tes Potensi Akademik) dan Bahasa Inggris adalah komponen penting dalam seleksi STAN.
- Pahami Materi Akuntansi Dasar: Meskipun tidak diajarkan secara mendalam di SMA, memiliki pemahaman dasar tentang akuntansi akan memberikan keuntungan.
- Latihan Soal Intensif: Latihan soal STAN tahun-tahun sebelumnya adalah kunci keberhasilan.
- Ikuti Tryout dan Simulasi: Ikuti tryout dan simulasi ujian STAN untuk mengukur kemampuan dan membiasakan diri dengan format ujian.
3. Politeknik Transportasi Darat Indonesia – STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat)
STTD, yang sekarang menjadi Politeknik Transportasi Darat Indonesia, mendidik tenaga ahli di bidang transportasi darat. Meskipun berhubungan dengan Kementerian Perhubungan, STTD tidak sepopuler sekolah kedinasan militer, sehingga persaingannya relatif lebih rendah.
-
Mengapa Lebih Mudah?
- Kurang Populer Dibandingkan Sekolah Militer: Dibandingkan dengan Akmil atau Akpol, STTD kurang populer, sehingga jumlah pendaftarnya tidak sebanyak sekolah militer.
- Fokus pada Transportasi Darat: Seleksi STTD lebih menekankan pada pengetahuan tentang transportasi darat, yang dapat dipelajari melalui buku dan sumber online.
- Persyaratan Fisik yang Lebih Ringan: Persyaratan fisik STTD tidak seberat sekolah militer.
-
Tips Persiapan:
- Pelajari Tentang Transportasi Darat: Cari tahu tentang sistem transportasi darat di Indonesia, termasuk peraturan, infrastruktur, dan isu-isu terkait.
- Kuasai Materi Fisika dan Matematika: Fisika dan matematika adalah mata pelajaran penting dalam seleksi STTD.
- Latih Kemampuan Fisik: Meskipun persyaratan fisik tidak terlalu berat, tetap jaga kesehatan dan stamina dengan berolahraga teratur.
- Jaga Kesehatan Mata: Beberapa jurusan di STTD memiliki persyaratan khusus terkait kesehatan mata.
4. Politeknik Imigrasi (POLTEKIM)
Politeknik Imigrasi, di bawah Kementerian Hukum dan HAM, mendidik calon petugas imigrasi. Meskipun prospek kerjanya menarik, POLTEKIM belum sepopuler sekolah kedinasan lain, sehingga peluang masuknya relatif lebih besar.
-
Mengapa Lebih Mudah?
- Kurang Populer di Kalangan Umum: POLTEKIM mungkin kurang dikenal dibandingkan sekolah kedinasan lain yang lebih sering muncul di media.
- Fokus pada Hukum dan Bahasa: Seleksi POLTEKIM menekankan pada pemahaman tentang hukum dan kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris.
- Persyaratan Kesehatan Tertentu: Persyaratan kesehatan POLTEKIM, seperti tinggi badan dan berat badan ideal, mungkin menjadi kendala bagi sebagian calon pendaftar, sehingga mengurangi jumlah pesaing.
-
Tips Persiapan:
- Pelajari Hukum Dasar dan Tata Negara: Pahami prinsip-prinsip hukum dasar dan sistem tata negara Indonesia.
- Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris: Kuasai grammar, vocabulary, dan kemampuan membaca serta menulis dalam bahasa Inggris.
- Jaga Kesehatan dan Stamina: Penuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh POLTEKIM.
- Latih Kemampuan Wawancara: Persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan wawancara dengan percaya diri dan lugas.
5. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP)
Serupa dengan POLTEKIM, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) juga di bawah Kementerian Hukum dan HAM dan mendidik calon petugas pemasyarakatan. Popularitasnya yang belum setinggi sekolah kedinasan lain memberikan peluang lebih besar bagi calon pendaftar.
-
Mengapa Lebih Mudah?
- Kurang Populer Dibandingkan POLTEKIM: POLTEKIP mungkin kurang populer dibandingkan POLTEKIM, sehingga persaingannya relatif lebih rendah.
- Fokus pada Ilmu Sosial dan Hukum: Seleksi POLTEKIP menekankan pada pemahaman tentang ilmu sosial, hukum, dan psikologi.
- Persyaratan Fisik dan Kesehatan: Persyaratan fisik dan kesehatan POLTEKIP mirip dengan POLTEKIM, yang mungkin menjadi kendala bagi sebagian calon pendaftar.
-
Tips Persiapan:
- Pelajari Ilmu Sosial, Hukum, dan Psikologi: Pahami konsep-konsep dasar dalam ilmu sosial, hukum, dan psikologi.
- Tingkatkan Kemampuan Verbal dan Penalaran: Latih kemampuan verbal dan penalaranmu dengan membaca buku dan mengerjakan soal-soal latihan.
- Jaga Kesehatan dan Stamina: Penuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh POLTEKIP.
- Persiapkan Diri untuk Tes Psikologi: Ikuti tes psikologi atau konsultasi dengan psikolog untuk mengetahui kekuatan dan kelemahanmu.
6. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
STMKG, di bawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mendidik tenaga ahli di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Meskipun bidang keilmuannya spesifik, STMKG menawarkan prospek karir yang menarik dan persaingan yang relatif lebih rendah dibandingkan sekolah kedinasan lain.
-
Mengapa Lebih Mudah?
- Bidang Keilmuan yang Spesifik: Tidak semua orang tertarik dengan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, sehingga jumlah pendaftarnya tidak sebanyak sekolah kedinasan lain.
- Fokus pada Matematika dan Fisika: Seleksi STMKG menekankan pada kemampuan matematika dan fisika, yang dapat dipersiapkan dengan matang.
- Kebutuhan Tenaga Ahli BMKG: BMKG terus membutuhkan tenaga ahli di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, sehingga kuota penerimaan STMKG relatif stabil.
-
Tips Persiapan:
- Kuasai Matematika dan Fisika Tingkat Lanjut: Fokus pada kalk

